Arab
Musik tradisi Arab diyakini telah ada
sejak awal abad ke-3. Budaya musiknya merupakan perpaduan dari tradisi musik
dinasti Sassanid di Persia (224-641), tradisi musik awal kerajaan Byzantium (awal abad
ke-4- abad ke-6), dan nyanyian religi dari daerah semenanjung Arab.
Berbagai tulisan musik (partitur) baru
di temukan setelah berkembangnya agama Islam di Arab, yakni sejak masa dinasti
Umayyah pada abad ke-7. puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Harun al
Rasyid (766-809) di Bagdad, Irak. Beliau
dikenal sebagai pelindung seni musik tradisi Arab. Ahli teori musik yang
terkenal adalah Al Farabi (900-950) dan Avicenna (980-1037).
Musik bagi bangsa Arab erat
hubungannya dengan magis dan falakiah. Meskipun tradisi musik Arab telah
mengalami perubahan beribu-ribu tahun lamanya, mereka tetap memiliki cirri khas
tersendiri dalam format musiknya.
Jenis musik:
a. Negara Cina
Menurut perkembangannya, musik Cina dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu musik tradisional dan musik modern.
• Musik Tradisional
Musik tradisional Cina secara
mayoritas mempergunakan bahasa Cina, meliputi nyanyian rakyat, nyanyian
bercerita, dan opera. Terdapat lebih dari 400 opera local dan 300 nyanyian
bercerita yang dipengaruhi oleh budaya local. Berbagai ragam musik tradisional
kerakyatan, seperti nyanyian kepahlawanan, cinta, kerja, anak-anak, dan
religius menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang terintegrasi ke dalam
aktivitas sosial, seperti perkawinan, pemakaman, pemujaan, upacara religius,
festival, dan perayaan lainnya.
• Musik Modern
Pada permulaan abad ke-19, pengaruh
musik Eropa mulai masuk. Western Style Conversatories didirikan pada tahiun
1920, dengan tujuan untuk melestarikan musik Cina dan musik Eropa. Mereka
menyediakan progam musik Cina dan Barat baik tradisional maupun modern, dengan
memadukan instrument musik, tehnik bernyanyi, gaya tradisional, dan estetika ke
dalam harmoni dan orkestrasi. Musik Cina modern tetap menjaga karakteristik
bangsa Cina dengan mempertahankan instrumen tradisional mereka ke dalam
permainan musiknya.
b. Negara Jepang
Musik Jepang dapat dikelompokkan dalam
dua katagori, yaitu:
• Musik Tradisional
Musik tradisional Jepang pada umumnya
berbentuk musik festival religius, nyanyian bekerja, dan pengiring tarian.
Pertujukkan rakyat, seperti tarian bertopeng, teater rakyat dan tarian rakyat
merupakan bagian tak terpisahkan dalam musik tradisional.
• Musik Modern
Musik modern jepang dimulai pada tahun
1867, setelah Matsuhito Meiji menjadi kaisar Jepang. Satu guru yang bertanggung
jawab untuk mengenalkan gaya
musik Eropa adalah Suzuki Shin’Ichi. Beliau menemukan metode pengajaran biola
untuk anak-anak yang diadopsi dari sekolah musik di Amerika Serikat.
c. Negara India
• Musik Klasik
Musik klasik India dapat diketahui
dari dokumen Natya Sastra, suatu risalah drama berbahasa sansekerta yang
ditulis kira-kira abad ke dua SM. Terdapat 2 tradisi klasik, yaitu Hindustani
di India Utara dan Karnatik di India Selatan. Pembedaan tradisi ini terjadi
mulai abad ke 16 sebagai hasil pengaruh orang Islam di India Utara.
• Musik Rakyat dan Populer
Sekitar 75% populasi India hidup di
desa. Di sini tradisi tetap bertahan dan banyak orang terbebas dari pengaruh
nyanyian modern. Mereka menikmati dan bermain musik dari daftar lagu-lagu yang
mandiri. Nyanyian para wanita banyak digunakan pada acara perkawinan, kelahiran
bayi, festival Agrikultur, dan aktifitas rumah tangga. Nyanyian laki-laki
sering diiringi dengan instrument perkusi dan berhubungan dengan praktek yang
bersifat kebaktian, festival tertentu, dan bekerja. Khusus musisi daerah,
kebanyakan melaksanakan pertunjukkan untuk upacara agama, kebaktian,
pendidikan, dan pertunjukkan. Yang termasuk mereka ini diantaranya adalah para
imam, penghibur, tukang cerita, dan rombongan teater. Peran penghibur
lama-kelamaan terkikis oleh adanya film musik, yang sangat berpengaruh pada
perkembangan musik di India.
Terutama film-film musik yang didukung oleh orkes studio besar yang
memanfaatkan musik klasik, musik rakyat, dan instrument barat. Ini membuat
musik dari film atau soundtrack tersebut menjadi musik populer.
d. Negara Arab
• Nyanyian Religi
Menurut sejarahnya, cara musik arab
erat hubungannya dengan nyanyian ayat-ayat suci dalam Al-Qur’an. Dalam hal ini,
nyanyian tersebut merupakan isi dari firman Tuhan yang dilantunkan dengan
hafalan. Sehingga, perhatian utama dalam nyanyian tersebut adalah teks lagu.
Kefasihan berpidato dan menghafal Al-qur’an sangat diperhatikan dalam budaya
Arab. Karenanya, mulai dibentuk nyanyian Kasidah dengan berbagai tema seperti
keindahan alam, peristiwa politik, pengalaman religius, dan cerita tradisi
klasik pra-islam.
• Musik Rakyat
Banyak musik tradisi rakyat yang dapat
ditemukan di sepanjang daerah Arab. Musik Negara-negara jazirah Arab yang kaya
dengan permainan drum, menunjukkan hubungannya yang luasdengan pedagang dari
Afrika. Tradisi Gnawa dari Moroko, mengambil nama dari para budak Guinean yang
dibawa ke Maroko dari Afrika Barat. Musik Nubian di Mesir menggambarkan musik
Arab yang unik dengan sistem nada pentatonic dan irama khusus.
• Nyanyian popular
Musik Arab Populer merupakan perpaduan
dari kedua ragam musik di atas. Keyboard elektrik yang disesuaikan dengan
maqamat mengiringi para penyanyi di dalam penampilannya. Drum dan irama musik
rakyat menjadi bagian paling pokok dalam pertunjukkan musik yang sebagian besar
dilakukan oleh kaum muda. Dalam hal lirik lagu, penyanyi berusaha untuk
mempertahankan tradisi mereka sesuai dengan gaya dan bahasanya.
Sistem musik:
a. Negara Cina
Menurut teori musik Cina (kira-kira
2700 SM) satu oktaf dibagi menjadi 12 nada, tetapi dalam permainan musiknya
menggunakan 5 nada yang disebut pentatonic (penta = 5, tonik/tone = nada).
Nada-nada tersebut kalau ditulis dalam notasi musik sebagai berikut:
b. Negara Jepang
Tangga nada yang digunakan dalam
bermain musik adalah tangga nada pentatonic. Susunan nada-nada yang
dipergunakan dapat dituliskan sebagai berikut:
c. Negara India
Semenjak abad ke-19 musik India memiliki
susunan tangga nada yang tetap. Dalam satu oktaf telah ditetapkan terbagi
menjadi 22syruti (interval) yang tidak sama. Deretan nada pokok ada dua, yakni
sa-grama dan me-grama. Masing-masing deretan nada pokok tersebut mempunyai
tujuh nada yaitu: sa-ri-ga-ma-pa-da-ni, yang dapat dinaikkan atau diturunkan
dengan berbagai cara.
d. Negara Arab
Musik Arab memiliki cirri khas yang
berbeda dengan musik lainnya. Musiknya secara umum sangat kaya akan melodi
sehingga memberi nuansa halus dan kesempatan untuk membuat berbagai variasi.
Cara berolah musiknya sering memakai variasi dan improviasi dengan dasar melodi
sebelumnya. Cara ini disebut maqamat. Melodi lagu terdiri dari sejumlah variasi
melodi (sekitar 52 variasi0. nada-nada yang dipakai secara umum lebih banyak
daripada yang dikenal dalam musik Barat. Di antaranya terdapat nada-nada yang
memiliki jkarak interval yang sangat kecil (microtones).
Sistem tangga nada dalam musik Arab
dapat dituliskan seperti berikut ini :
Catatan : tanda turun ¼ nada dan A2 memiliki
interval augmented (lebih dari ½ nada)
Struktur pola ritme musik Arab cukup
kompleks, tidak berdasarkan pola birama yang pasti dan konstan seperti musik
barat (2/4, 3/4, 6/8), atau disebut nonmetris. Dalam permainan musiknya
terdapat sekitar 48 pukulan dan secara khas sudah meliputi dum (ketukan
beraksen, tesis), taks(ketukan tak beraksen, arsis), dan tanda diam atau
istirahat. Pola ritme sederhananya dapat digambarkan seperti berikut ini. Pola
ritme pada baris pertama merupakan pengembangan pola ritme dari baris kedua
yang ditulis dengan skala musik.
sumber : http://agussilwana.do.am/index/sejarah_musik_asia/0-16
Selasa, 26 November 2013
Musik India
Perkembangan musik India dimulai kira-kira semenjak abad ke-2 SM. Bangsa Arya yang berimigrasi ke India mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan musik di India. Musik bagi bangsa India mempunyai arti tersendiri, yang sangat besar pengaruhnya pada magis, religius, kesusastraan, ilmu, dan seni lainnya. Musik India adalah suatu mozaik dari gaya yang berbeda dan mencerminkan tingkat sosial yang berbeda pula. Musik klasik banyak dipertunjukkan di kota-kota untuk pertimbangan artistic. Sedangkan musik rakyat banyak ditampilkan di pedesaan menemani jalan kehidupan dan upacara agrikultur.
sumber : http://agussilwana.do.am/index/sejarah_musik_asia/0-16Perkembangan musik India dimulai kira-kira semenjak abad ke-2 SM. Bangsa Arya yang berimigrasi ke India mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan musik di India. Musik bagi bangsa India mempunyai arti tersendiri, yang sangat besar pengaruhnya pada magis, religius, kesusastraan, ilmu, dan seni lainnya. Musik India adalah suatu mozaik dari gaya yang berbeda dan mencerminkan tingkat sosial yang berbeda pula. Musik klasik banyak dipertunjukkan di kota-kota untuk pertimbangan artistic. Sedangkan musik rakyat banyak ditampilkan di pedesaan menemani jalan kehidupan dan upacara agrikultur.
Musik Jepang
Musik Jepang pada zaman dahulu sangat terpengaruh perkembangan musik dari daratan Cina dan Semenanjung Korea, tetapi lama kelamaan mempunyai sifat dan cirri tersendiri. Ragam musiknya banyak digunakan di kuil-kuil, untuk memuja dewa, di istana, dan untuk hiburan sosial.
Orkes gagaku (musik Jepang masa lampau) telah ada sejak abad ke-8. orkes gagaku terdiri dari 17 musisi yang bermain instrument tiup kayu, petik, dan perkusi. Instrument tiup meliputi flute(ryuteki), oboe(hichiriki), dan harmonica mulut (sho). Instrument petik terdiri dari kecapi bengkok(shoko) dan drum besar(taiko).
Sekitar abad ke-15 musik instrument tunggal, shamisen dan koto menjadi popular khususnya untuk memberikan iringan lagu dan drama musik. Perkembangan musik drama mencapai keemasannya pada abad ke-17, dengan format kabuki dari musik teater tradisional jepang.
Adanta restorasi Meiji pada pertengahan abad ke-18 membuat pengaruh Barat mulai masuk dalam perkembangan musik Jepang. Banyak format musik tradisonal Jepang dikembangkan berdasarkan format musik barat, sehingga Jepang telah memasuki perkembangan musik modern.
sumber : http://agussilwana.do.am/index/sejarah_musik_asia/0-1
Musik Jepang pada zaman dahulu sangat terpengaruh perkembangan musik dari daratan Cina dan Semenanjung Korea, tetapi lama kelamaan mempunyai sifat dan cirri tersendiri. Ragam musiknya banyak digunakan di kuil-kuil, untuk memuja dewa, di istana, dan untuk hiburan sosial.
Orkes gagaku (musik Jepang masa lampau) telah ada sejak abad ke-8. orkes gagaku terdiri dari 17 musisi yang bermain instrument tiup kayu, petik, dan perkusi. Instrument tiup meliputi flute(ryuteki), oboe(hichiriki), dan harmonica mulut (sho). Instrument petik terdiri dari kecapi bengkok(shoko) dan drum besar(taiko).
Sekitar abad ke-15 musik instrument tunggal, shamisen dan koto menjadi popular khususnya untuk memberikan iringan lagu dan drama musik. Perkembangan musik drama mencapai keemasannya pada abad ke-17, dengan format kabuki dari musik teater tradisional jepang.
Adanta restorasi Meiji pada pertengahan abad ke-18 membuat pengaruh Barat mulai masuk dalam perkembangan musik Jepang. Banyak format musik tradisonal Jepang dikembangkan berdasarkan format musik barat, sehingga Jepang telah memasuki perkembangan musik modern.
sumber : http://agussilwana.do.am/index/sejarah_musik_asia/0-1
Musik China
Bangsa China memiliki kekayaan budaya musical yang telah tumbuh dan berkembang sejak dulu. Pada tahun 1999 ditemukan suling jiahu. Instrument musik tertua di dunia yang terbuat dariu tulang yang dibuat kira-kira pada 7000 tahun SM. Contoh lainnya adalah sebuah koleksi lonceng, drum, alat musik tiup, dana alat musik dawai dari perunggu pada makam bangsawan Yi dari Zeng (abad 5 SM)
Bangsa Cina mempercayai suatu tradisi bahwa bunyi nada yang harmonis merupakan keselarasan alam semesta. Selama lebih dari 2000 tahun Cina dikuasai oleh pengajaran ahli filsafat Confusius yang percaya bahwa musik merupakan gambaran sosial budaya masyarakat dan peribadatan suatu totalitas kegiatan terpelajar, meliputi berpikir, bertindak, dan mengatur. Oleh karena itu, musik merupakan suaut syarat mutlak yang harus dipenuhi seseorang yang terpelajar untuk berfungsi dengan baik di dalam masyarakat.
Sekitar abad ke-19 tradisi musik Cina mulai terpengaruh tradisi musik Eropa. Mereka mulai diperkenalkan instrument musik Barat, orkes simfoni, dan konser opera Barat. Berbagai gedung pertujukkan mulai tumbuh di Cina. Sehingga , masuklah bangsa Cina dalam modernisasi musik. Saat ini, musik tradisional Cina dimainkan seiring dengan komposisi modern. Musik kontemporer popular Cina merupakan hasil perpaduan musik tradisional Cina dengan musik popular.
sumber : http://agussilwana.do.am/index/sejarah_musik_asia/0-16
Bangsa China memiliki kekayaan budaya musical yang telah tumbuh dan berkembang sejak dulu. Pada tahun 1999 ditemukan suling jiahu. Instrument musik tertua di dunia yang terbuat dariu tulang yang dibuat kira-kira pada 7000 tahun SM. Contoh lainnya adalah sebuah koleksi lonceng, drum, alat musik tiup, dana alat musik dawai dari perunggu pada makam bangsawan Yi dari Zeng (abad 5 SM)
Bangsa Cina mempercayai suatu tradisi bahwa bunyi nada yang harmonis merupakan keselarasan alam semesta. Selama lebih dari 2000 tahun Cina dikuasai oleh pengajaran ahli filsafat Confusius yang percaya bahwa musik merupakan gambaran sosial budaya masyarakat dan peribadatan suatu totalitas kegiatan terpelajar, meliputi berpikir, bertindak, dan mengatur. Oleh karena itu, musik merupakan suaut syarat mutlak yang harus dipenuhi seseorang yang terpelajar untuk berfungsi dengan baik di dalam masyarakat.
Sekitar abad ke-19 tradisi musik Cina mulai terpengaruh tradisi musik Eropa. Mereka mulai diperkenalkan instrument musik Barat, orkes simfoni, dan konser opera Barat. Berbagai gedung pertujukkan mulai tumbuh di Cina. Sehingga , masuklah bangsa Cina dalam modernisasi musik. Saat ini, musik tradisional Cina dimainkan seiring dengan komposisi modern. Musik kontemporer popular Cina merupakan hasil perpaduan musik tradisional Cina dengan musik popular.
sumber : http://agussilwana.do.am/index/sejarah_musik_asia/0-16
UNSUR-UNSUR SENI RUPA
1. Garis
Garis adalah unsur senirupa yang paling sederhana tetapi penting dalam penampilan estetik.
Garis selalu dapat
diamati secara visual pada tiap benda alam dan pada hasil karya seni
rupa. Dalam hal ini dibedakan antara garis alamiah dan garis yang
diciptakan (sengaja maupun tidak sengaja).
Contoh:
- Garis alamiah:
Garis cakrawala di alam yang dapat dilihat sebagai batas antara permukaan laut dan langit.
- Garis yang diciptakan:
Pada gambar ilustrasi, garis hitam sengaja dibuat untuk menciptakan bentuk dan sosok (figur). -disengaja.
Garis yang timbul karena diciptakannya dua bidang dengan warna atau barik (tekstur) yang berbeda. -tidak disengaja.
Fungsi garis:
- Untuk memberikan
representasi atau citra struktur, bentuk dan bidang. Garis ini sering
disebut garis blabar (garis kontur) berfungsi sebagai batas/ tepi
- Untuk menekankan nilai
ekspresi seperti nilai gerak atau dinamika (movement), nilai irama
(rhythm) dan nilai arah (direction). Garis ini disebut juga garis
grafis.
- Untuk memberikan
kesan matra (dimensi) dan kesan barik (tekstur). Garis ini sering
disebut garis arsir atau garis tekstur. Garis tekstur lebih bisa
dihayati dengan jalan meraba.
Sifat garis:
Sifat garis menunjuk adanya beberapa jenis garis, seperti:
- Garis lurus vertikal dan horizontal yang dapat mengungkapkan kesan tertentu, seperti tenang, statis atau stabil.
- Garis putus yang dapat mengungkapkan kesan gerak dan gelisah.
- Garis silang atau diagonal yang dapat mengungkapkan kesan gerak, tegang dan ragu.
- Garis lengkung yang dapat mengungkapkan kesan lamban, irama dan santai.
2. Bidang
Unsur bidang dalam senirupa adalah perkembangan dari penampilan garis, yaitu perpaduan garis-garis dalam kondisi tertentu.
Bidang dapat diamati
secara visual pada tiap benda alam dan pada hasil karya senirupa. Dalam
hal ini dibedakan antara bidang alamiah dan bidang yang dicipta (sengaja
maupun tidak sengaja).
Contoh:
- Bidang alamiah:
bidang lapangan atau taman, bidang sawah, bidang langit, bidang laut dsb.
- Bidang yang dicipta:
Bidang lukisan, bidang segitiga, bidang lingkaran dsb. -sengaja dibuat
Bidang yang timbul karena pembubuhan warna, cahaya atau barik. -tidak disengaja
Fungsi bidang:
- Untuk menekankan nilai ekspresi dan nilai gerak (movement), nilai irama (rhythm) dan nilai arah (direction).
- Untuk memberikan batas dan bentuk serta ruang seperti yang tampak pada bangunan dan patung.
- Untuk memberikan kesan trimatra (3 dimensi) yang ditimbulkan oleh batasan panjang, lebar dan tinggi.
Sifat bidang:
- Bidang harizontal dan vertikal yang memberikan kesan tenang, statis, stabil dan gerak.
- Bidang bundar yang memberikan kesan kadang-kadang stabil, kadang-kadang gerak.
- Bidang segitiga yang memberikan kesan statis maupun dinamais.
- Bidang bergelombang (cekung dan cembung) yang memberikan kesan irama dan gerak.
3. Ruang
Ruang sebenarnya tidak
dapat dilihat (khayalan), jadi hanya bisa dihayati. Ruang baru dapat
dihayati setelah kehadiran benda atau unsur garis dan bidang dalam
kekosongan atau kehampaan. Misalnya ruang yang ada disekeliling benda,
ruang yang dibatasi oleh bidang dinding rumah, ruang yang terjadi karena
garis pembatas pada kertas.
Ruang adalah suatu kehampaan tiga dimensional, dimana benda yang ada mempunyai kedudukan dan arah yang relatif. (Webster).
Didalam senirupa dikenal
ruang 2D dan ruang 3D. Ruang dapat dihayati di alam dan pada karya
senirupa, karenanya dibedakan antara ruang alamiah dan ruang yang
diciptakan (disengaja atau tidak disengaja).
Contoh:
- Ruang alamiah:
Ruang yang terdapat di alam yang dibatasi oleh benda-benda alam dan karena pengaruh cahaya seperti pada pemandangan alam.
- Ruang yang diciptakan:
Ruang interior dan
eksteriorsebuah bangunan yang dapat memberikan suasana yang dikehendaki,
seperti sebuah interior mesdjid atau gereja. -disengaja.
Ruang yang timbul karena penempatan berbagai warna, jarak gelap terang, seperti pada sebuah lukisan. -tidak disengaja.
Fungsi ruang:
- Untuk memberikan kesan trimatra (3 dimensi), seperti kesan kedalaman, jarak dan plastisitas pada sebuah lukisan alam.
- Untuk menekankan nilai ekspresi seperti irama, gerak, kepadatan dan kehampaan, seperti pada karya arsitektur dan seni patung.
- Untuk memberikan kesan nilai guna (nilai praktis), seperti ruang pada gelas (rongga gelas), ruang pada lemari dsb.
Sifat ruang:
- Ruang terbuka atau
ruang tak terbatas, yaitu ruang berada di luar/ di sekeliling benda,
seperti ruang eksterior bangunan yang dapat memberikan kesan keabadian/
kelanggengan.
- Ruang tertutup atau ruang terbatas, yaitu ruang berada dalam batasan benda, seperti ruang interior bangunan atau ruang patung.
- Ruang perlambangan,
yaitu ruang yang memberikan arti perlambangan kehadiran ruang, seperti
pada pernyataan ruang alam kecil (microcosmos) dan ruang alam besar
(macrocosmos).
- Ruang gelap terang, yaitu ruang yang timbul karena pengaruh cahaya atau karena pembubuhan warna, seperti pada lukisan.
4. Warna
- Warna memberi pengaruh
kejiwaan (fungsi psikologis), seperti warna hijau dan putih dalam
kedokteran memberikan perasaan tenang.
- Warna memberi pengaruh keindahan (fungsi estetis).
- Warna memberi pengaruh
perlambangan (fungsi simbolik), baik untuk kepentingan pribadi,
kelompok maupun yang bersifat formal, informal dan asosiatif.
- Warna heraldik; warna yang dipakai menurut kebiasaan (konvensi).
Istilah-istilah teknis dalam warna:
- Hue: Dicetuskan oleh Munsell sebagai sebutan untuk warna primer; merah, kuning dan biru.
- Value: adalah
warna-warna yang memberi kesan gelap terang atau gejala warna dalam
perbandingan hitam dan putih. Apabila suatu warna ditambah dengan warna
putih akan tinggi valuenya dan apabila ditambah hitam akan lemah
valuenya. Warna kuning mempunyai value yang tinggi, warna biru mempunyai
value rendah.
- Intensitas: adalah
hubungan kemurnian warna untuk menunjuk kekuatan warna. Hal ini akan
menghasilkan cerah tidaknya suatu warna. Misalnya menambah warna kuning
pada merah suram bisa mengubah menjadi jingga yang keras. Namun
pemberian pigmen putih seringkali mematikan intensitas, karena
membuatnya pucat menjadi warna-warna pastel.
- Komplementer: adalah
warna yang kontras atau warna yang saling berhadapan dalam lingkaran
warna. Contohnya, warna kuning dengan ungu, merah dengan hijau, biru
dengan jingga.
- Analogus: adalah warna yang letaknya berdekatan (dalam lingkaran warna)
- Warna hangat dan sejuk:
Warna hangat adalah
warna yang menyolok dan bersifat mendekat bagi yang melihat, seperti
warna merah, kuning dan jingga. Sedangkan warna sejuk adalah warna
kebalikan dari warna hangat dan bersifat menjauh bagi yang melihat,
seperti biru dan hijau.
- Tone (warna kromatik)
Warna ini juga disebut nada warna, yaitu warna dilihat dari tingkat kecerahan atau keredupannya yang terdiri dari:
Warna mono-kromatik, yaitu tingkat kecerahan dan keredupannya bertolak dari satu warna.
Warna poli-kromatik, yaitu yang tingkat kecerahan dan keredupannya bertolak dari lebih dari satu warna.
5. Tekstur
Tekstur adalah unsur senirupa yang memberikan watak/karakter pada permukaan bidang yang dapat dilihat dan diraba.
Tekstur yang dapat dilihat atau diraba pada permukaan bidang dibedakan antara tekstur alamiah dan tekstur buatan.
Tekstur alamiah ialah watak bidang yang tercipta oleh alam, seperti urat kayu atau batu.
Tekstur buatan atau
tiruan ialah watak bidang yang dibuat (disebut juga tekstur simulasi),
membuat watak kayu pada bidang memberi kesan tekstur dengan cara tehnik
gambar tertentu.
Fungsi tekstur:
Ialah untuk memberikan
watak tertentu pada bidang permukaan yang dapat menimbulkan nilai
estetik. Misalnya tekstur dari urat-urat kayu ditonjolkan pada permukaan
bidang patung sesuai dengan bentuk patung.
6. Bentuk
Kata bentuk dalam senirupa diartikan sebagai wujud yang terdapat di alam dan yang tampak nyata.
Sebagai unsur seni,
bentuk hadir sebagai manifestasi fisik dari obyek yang dijiwai yang
disebut juga sebagai sosok (dalam bahasa Inggris disebut form). Misalnya
membuat bentuk manusia, binatang dsb.
Ada juga bentuk yang
hadir karena tidak dijiwai atau secara kebetulan (dalam bahasa Inggris
disebut shape) yang dipakai juga dengan kata wujud atau raga.
Fungsi bentuk:
Pada karya senirupa,
bentuk diciptakan sesuai dengan kebutuhan praktis, seperti membuat
bentuk kursi untuk diduduki. Dalam hal ini bentuk yang dicipta sesuai
dengan nilai kegunaannya (functional form).
Bentuk dicipta sebagai ungkapan (bentuk ekspresi), seperti pada lukisan dan patung.
Jenis/ sifat bentuk:
- Bentuk organik, yaitu
bentuk pada karya senirupa yang mengingatkan pada bentuk mahluk hidup,
seperti manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan.
- Bentuk dwi-matra,
yaitu bentuk pada karya senirupa yang terbatas pada bidang, bentuk yang
mempunyai ukuran panjang dan lebar, seperti bentuk pada gambar dan
lukisan.
- Bentuk tri-matra,
yaitu bentuk pada karya senirupa yang memiliki ukuran panjang, lebar dan
tinggi, seperti bentuk patung dan bangunan
- Bentuk diam dan bergerak (statis dan kinetis) seperti pada patung, mobil dsb.
- Bentuk berirama (ritmis) seperti pada bangunan, patung dsb.
- Bentuk agung dan abadi (monumental) seperti pada bangunan dan patung.
7. Gelap dan Terang (cahaya)
Meskipun cahaya
kehadirannya tidak dapat dilihat seperti unsur senirupa lainnya, tetapi
cahaya tidak sedikit peranannya sebagai unsur senirupa.
Cahaya yang dapat memberikan pengaruh pada nilai keindahan karya seni meliputi:
- Cahaya alamiah, yaitu cahaya sebagai unsur alam, seperti sinar matahari atau bulan, cahaya petir atau cahaya apai.
- Cahaya buatan manusia, seperti cahaya lampu, baterai dan sebagainya.
Pada karya senirupa,
cahaya sengaja dihadirkan untuk kepentingan nilai estetis, artinya untuk
memperjelas kehadiran unsur-unsur senirupa lainnya. Peralihan dari
gelap dan terang adalah upaya untuk mempertegas volume suatu bentuk.
Ada dua macam tehnik gelap terang:
- Chiaroscuro: peralihan bertahap (gradasi)
- Silhouette: bayangan tanpa gradasi
Chiaroscuro, pada
lukisan untuk mendapatkan bentuk seringkali dipakai tehnik peralihan
gelap terang (gradasi). Dan tehnik ini dikembangkan oleh para seniman
Rennaissance seperti Leonardo da Vinci. Seniman-seniman Baroque kemudian
melanjutkannya dengan tehnik iluminasi, pencahayaan untuk mendramatisir
gambar yang sanggup membentuk volume, meski dengan sedikit saja terang
dari satu sumber cahaya. Sementara Rembrandt, pelukis asal Belanda lebih
menggunakan pencahayaan untuk efek psikologis dari subyeknya.
Dalam senirupa modern,
kegiatan gelap terang banyak diambil alih oleh tehnik fotografi. Seni
grafis masa kini juga banyak memanfaatkan tehnik fotografi tersebut
untuk mencapai gradasi dan nuansa gelap terang.
Seniman menggunakan
tehnik gelap terang untuk mencapai kontras suatu bentuk. Seperti pada
karya grafis (woodcut) bisa dikatakan memanfaatkan tehnik kontras untuk
mencapai bentuk yang diinginkan (chiaroscuro woodcut).
Kontras yang paling sederhana adalah silhouette, mirip bayangan tubuh yang diterpa sinar pada jendera.
Fungsi gelap terang (value)
- Unsur gelap terang
(cahaya) pada karya senirupa memberikan nilai ekspresi, misalnya untuk
menampilkan kesan dramatis pada lukisan, seperti pada tema peperangan
dengan ungkapan gelap terang.
- Unsur gelap terang
(cahaya) pada karya senirupa memberikan nilai emosi, misalnya cahaya
yang membus jendela kaca patri yang menimbulkan suasana khidmat pada
interior mesjid atau gereja.
- Unsur gelap terang
(cahaya) pada karya senirupa memberikan kesan trimatra atau plastis pada
benda yang diterpa oleh cahaya seperti pada bangunan dan benda. Dalam
hal ini gelap terang (cahaya) dapat memperkuat sifat benda trimatra.
Macam-macam Seni Lukis berdasarkan tujuan pembuatannya
Dalam membuat sebuah karya seni lukis, para seniman memiliki berbagai macam tujuan dan alasan pembuatan karya tersebut. Tujuan-tujuan yang dipilih oleh para seniman antara lain tujuan religius, magis, simbolis, estetis, komersil, dan ekspresi.a. Seni Lukis untuk Tujuan Religius
Seorang seniman yang memiliki tujuan religius menjadikan lukisan yang dibuatnya sebagai pengabdian yang ditunjukan kepada Tuhan, nenek moyang, atau para dewa, baik politheisme atau monotheisme. Salah satu bentuk lukisan yang dibuat dengan tujuan religius adalah lukisan pada gua leang-leang di Maros, Sulawesi Selatan.b. Seni Lukis untuk Tujuan Magis
Seorang seniman yang memiliki tujuan magis menjadikan lukisan yang dibuat untuk mendatangkan magis atau sihir. Lukisan ini bersifat primitif. Akan tetapi, pelukis modern juga banyak yang melukis tema dan motif primitif agar menimbulkan kesan magis. Mereka menganut paham primitivisme. Seniman-seniman yang banyak melukis tema dan motif primitif banyak terdapat di Bali.c. Seni Lukis sebagai Tujuan Simbolis
Seorang seniman yang memiliki tujuan simbolis melakukan kegiatan melukis untuk melambangkan suatu cita-cita kehidupan pribadi atau kelompok. Misalnya, cita-cita berupa kebahagiaan, kedamaian, kekuatan, dan kehendak positif yang bermanfaat bagi manusia. Contoh lukisan yang dibuat dengan tujuan simbolis adalah lukisan kepahlawanan Pangeran Diponegoro karya Basuki Abdullah.d. Seni Lukis untuk Tujuan Estetis
Seorang seniman yang memiliki tujuan estetis akan melukis dengan sematamata mengutamakan rasa keindahan saja sehingga lukisannya dapat dinikmati sebagai penghias dekorasi. Contoh lukisan yang memiliki tujuan estetis adalah lukisan pemandangan atau lukisan kegiatan masyarakat.e. Seni Lukis untuk Tujuan Komersil
Seorang seniman yang memiliki tujuan komersil akan melukis dengan mengutamakan selera pembeli. Contohnya adalah para pelukis di jalan.f. Seni Lukis untuk Tujuan Ekspresi
Seorang pelukis yang melukis dengan tujuan ekspresi akan melukis untuk mengekspresikan perasaannya sendiri, tanpa melihat unsur-unsur lain. Di sini seniman benar-benar total mencurahkan semua ekspresi dan perasaannya ke dalam sebuah lukisan. Teknik yang dipakai pun beragam dan biasanya seorang seniman ini mempunyai teknik khas tersendiri.sumber : http://blog-senirupa.blogspot.com/2012/12/seni-lukis.html
Sejarah Seni Lukis Indonesia
Perkembangan seni rupa
Indonesia khususnya seni lukis tidak banyak diketahui. Hal itu karena
karya tulis yang mengupas parjalanan seni rupa masih sedikit dan
terbatas pada kalangan akademis. Namun, akhir-akhir ini banyak seniman
yang mengupas dan menulis seputar seni dan kesenian di Indonesia,
terutama tentang seni lukis.
Secara garis besar perkembangan seni rupa Indonesia meliputi seni prasejarah, sejarah seni Indonesia-Hindu, seni Indonesia-Islam, dan seni Indonesia Modern.
Secara garis besar perkembangan seni rupa Indonesia meliputi seni prasejarah, sejarah seni Indonesia-Hindu, seni Indonesia-Islam, dan seni Indonesia Modern.
1. Seni Lukis Prasejarah Indonesia
Pada zaman prasejarah, seni
lukis memegang peranan penting karena setiap lukisan mempunyai makna
dan maksud tertentu. Pada zaman tersebut lukisan dibuat pada
dinding-dinding gua dan karang.
Salah satu teknik yang digunakan oleh orang-orang gua untuk melukis di dindingdinding gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu disemprot dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna. Teknik menyemprot ini dikenal dengan nama aerograph. Media lain yang digunakan untuk membuat lukisan adalah tanah liat. Pewarna yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami seperti mineral dan lemak binatang. Pada umumnya tujuan dan tema yang dipilih untuk membuat lukisan-lukisan tersebut adalah magis.
Contoh karya seni lukis yang dihasilkan pada zaman prasejarah dapat dilihat di Gua Leang Pattakere di Maros, Sulawesi Selatan. Lukisan tersebut menggambarkan adegan perburuan. Selain itu, ada juga lukisan pada dinding-dinding gua di pantai selatan Irian Jaya (Papua). Lukisan yang terdapat di tempat tersebut menggambarkan nenek moyang. Hal yang menarik perhatian pada lukisan yang tersebar di daerah yang amat luas itu adalah siluet tangan yang terdapat di manamana. Cap tangan ini terdapat pula di Sulawesi Selatan, pada lukisan di tebing batu di teluk Sulaeman Seram, di teluk Berau Papua, dan di pulau Arguni dan di kepulauan Kei. Selain motif bayangan tangan, motif yang terdapat di banyak tempat ialah sosok manusia, perahu, matahari, bulan, burung, ikan, kura-kura, manusia, kadal, kaki, dan babi rusa.
Salah satu teknik yang digunakan oleh orang-orang gua untuk melukis di dindingdinding gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu disemprot dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna. Teknik menyemprot ini dikenal dengan nama aerograph. Media lain yang digunakan untuk membuat lukisan adalah tanah liat. Pewarna yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami seperti mineral dan lemak binatang. Pada umumnya tujuan dan tema yang dipilih untuk membuat lukisan-lukisan tersebut adalah magis.
Contoh karya seni lukis yang dihasilkan pada zaman prasejarah dapat dilihat di Gua Leang Pattakere di Maros, Sulawesi Selatan. Lukisan tersebut menggambarkan adegan perburuan. Selain itu, ada juga lukisan pada dinding-dinding gua di pantai selatan Irian Jaya (Papua). Lukisan yang terdapat di tempat tersebut menggambarkan nenek moyang. Hal yang menarik perhatian pada lukisan yang tersebar di daerah yang amat luas itu adalah siluet tangan yang terdapat di manamana. Cap tangan ini terdapat pula di Sulawesi Selatan, pada lukisan di tebing batu di teluk Sulaeman Seram, di teluk Berau Papua, dan di pulau Arguni dan di kepulauan Kei. Selain motif bayangan tangan, motif yang terdapat di banyak tempat ialah sosok manusia, perahu, matahari, bulan, burung, ikan, kura-kura, manusia, kadal, kaki, dan babi rusa.
2. Seni Lukis Hindu Klasik Indonesia
Setelah zaman prasejarah berakhir, bangsa Indonesia telah memiliki berbagai macam keahlian seperti pembuatan batu besar berbentuk piramida berundak, seni tuang logam, pertanian dan peralatannya, seni pahat, serta pembuatan batik yangdikembangkan dengan penambahan unsur-unsur baru pada waktu masuknya pengaruh Hindu. Zaman ini merupakan babak baru dalam periodisasi kebudayaan di Indonesia dan dapat dikatakan sebagai zaman sejarah karena pada zaman ini telah ditemukan peninggalan berupa tulisan. Hal ini terjadi karena adanya kontak kebudayaan dengan India sekitar abad ke-5 M.Tema yang umum digunakan pada suatu karya seni pada masa ini antara lain tema agama, mitologi, legenda, dan cerita sejarah. Contohnya lukisan Bali Klasik yang berisi cerita Ramayana dan Mahabharata. Gaya yang dipakai pada pahatan dinding candi zaman Majapahit adalah gaya wayang dengan komposisi bidang mendatar yang padat dan sarat dengan stilasi. Sebutan gaya wayang di sini menunjukkan tanda persamaan dalam stilasi bentuk tokoh cerita wayang kulit dan lukisan Bali Klasik. Warna lukisan terbatas pada warna-warna yang dapat dicapai bahan alami seperti kulit kayu, daun-daunan, tanah, dan jelaga. Lukisan dibuat pada kain memanjang tanpa dipasang pada bingkai rentang sehingga hasilnya menyerupai lukisan gulungan. Seperti juga pahatan dinding candi dan gambar lontar, fungsi dari lukisan Bali Klasik adalah sebagai media pendidikan sesuai dengan ajaran agama atau falsafah hidup zaman Hindu.
Seni lukis di Bali mulai berlangsung ketika kebudayaan Hindu Jawa Timur terdesak oleh kebudayaan Islam. Keberadaan seni lukis yang menyatu dan berakulturasi dengan kebudayaan Hindu menjadi khas dan dikenal oleh berbagai negara hingga kini. Perkembangan seni lukis Hindu-Bali dapat diuraikan dalam tiga bagian, yaitu seni lukis Kamasan, seni lukis Pita Maha, dan seni lukis Seniman Muda.
3. Seni Lukis Islam Indonesia
Seperti pada zaman Hindu, kesenian Islam di Indonesia berpusat di istana. Seorang seniman tugasnya tidak semata-mata menciptakan karya seni, akan tetapi ia juga seorang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan dan filsafat, di samping mengenal cabang seni lainnya. Pada seni Islam, terdapat suatu pantangan untuk melukiskan motif makhluk hidup dalam bentuk realistis. Para seniman melakukan upaya kompromistis dengan kebudayaan sebelumnya. Dalam hal ini toleransi Islam mendukung proses kesinambungan tradisi seni rupa sebelumnya, tetapi dengan nafas baru, seperti hiasan dengan motif stilasi binatang dan manusia dipadukan dengan huruf Arab, baik dalam penerapan elemen estetis pada mesjid, penggarapan seni kriya, lukisan atau kaligrafi. Adapun pembuatan patung, dibuat demikian tersamar sehingga seolah-olah gambaran ini hanya berupa hiasan dedaunan atau flora.Biasanya lukisan dibuat sebagai hiasan yang menggambarkan cerita-cerita tokoh dalam pewayangan atau lukisan binatang candra sangkala dan tentang riwayat nabi. Adapun bentuk lukisan yang disamarkan seperti lukisan kaca yang berasal dari Cirebon.
4. Seni Lukis Indonesia Baru
Seni lukis Indonesia baru yang berkembang di Indonesia seperti juga kesenian pada umumnya tidak dapat sepenuhnya dipahami tanpa menempatkannya dalam keseluruhan kerangka masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Perkembangan karya seni lukis Indonesia dipengaruhi kuat oleh kekuatan sejarah. Seni lukis Indonesia baru berkembang setelah masa seni lukis Islam. dan seni lukis pada masa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan perkembangan senirupa indonesia dimana tokohnya seperti Raden Saleh, Affandi, Basuki Abdullah dan kawan-kawan yang sudah saya pernah posting sebelumnya dan bisa anda baca disini.sumber : http://blog-senirupa.blogspot.com/2012/12/seni-lukis.html
Langganan:
Postingan (Atom)